Senin, 17 Desember 2012

What Should I Do?


CERPEN INI DIBUAT DARI SALAH SATU SISWA XI IPA 2 ARINI KUMALASARI , THANKS BRO.






Saat ini aku malas untuk melakukan apa-apa. Tugas tak tau entah kemana, ku lihat semua temanku mengerjakan tugasnya masing-masing. Aku merasa lelah, lelah pikiran, lelah perasaan, dan semua itu melelahkan.



Ku ubah posisi kepala awalku, ku tenggelamkan wajahku diantara lipatan tanganku. “Aish, semua ini membuatku ingin menangis!!! AAAHHH!!!” Gumamku di balik tanganku.



Aish, dasar namja!! Apa dia tidak mau menungguku untuk terbiasa memiliki namjachingu?? Aku tau aku salah, kesalahanku adalah jarang mengerimkan pesan atau meneleponnya. Tapi haruskah pada akhirnya aku merasa selemah ini?? Aku tahu hubunganku dengan Donghae oppa masih kami tutupi, jadi hampir tak ada yang tau kecuali sahabatku LieAh.



Dan jika mengingat kejadian kemarin, sepertinya tak adil bagiku. Kemarin aku melihat Donghae oppa jalan dengan yeoja, entah siapa yeojanya tapi aku benar-benar tak percaya bahwa Donghae oppa melakukan itu padaku. Dan semenit setelah itu, ada tiga yeoja berjalan di dekatku mengatakan , “Hei, bukankah itu Donghae?? Bukankah dia sudah menjadi namjachingu dari____!” (DEG) Entah siapa nama yeoja yang mereka sebutkan, yang jelas bukan namaku yang barusan mereka katakan dan aku tak sempat mendengarnya. Aku merasa lemas, pikiranku entah kemana, air mataku pun mendesak ingin keluar, dan saat itu aku harus memberikan ekspresi seperti apa?? Marahkah?? Membencinya?? Memohon agar Donghae oppa tetap di sampingku?? Atau apa?? Apa aku harus mendekat dan menghampiri oppa?? Menamparnya kah?? Yang jelas saat itu aku harus meminta penjelasan!! Tapi aku merasa tak kuat. Dadaku merasa sesak, dan benar-benar sesak. Saat itu aku duduk, di sebuah bangku yang tak jauh dari tempatku berdiri. Aku melihat ada sebuah bayangan yang makin mendekat ke arahku. Ku dongakkan kepalaku dan ternyata itu Donghae oppa(DEG), lagi-lagi kerja jantungku tak beraturan lagi, entah itu tanda-tanda aku ingin apa, marahkah??



“Oppa ini tak adil.” Ucapku dengan tenaga yang masih tersisa saat Donghae oppa sudah berada di sampingku dan duduk di bangku yang sama, dan harus di garis bawahi Donghae oppa saat itu tak bersama yeoja yang ku lihat tadi bersamanya.



“Mian, bukan maksudku. Kau pasti ingin memarahiku dengan sumpah serapahmu. Tapi aku ingin mengatakan kepadamu bahwa aku tak bisa jika untuk melanjutkan hubunngan kita.” Ucap Donghae oppa.



“Jadi benar apa yang barusan aku dengar?? Kau mempunyai yeoja chingu selain aku?? Tunggu dulu, maksudku sekarang oppa sudah mempunyai yeoja chingu setelah aku??” Tanyaku dengan suaraku yang semakin serak.



“Emh, mian.” Jawab Donghae oppa.



“Hemm….” Aku tersenyum separo, ini benar-benar miris.



“Kau tak bersalah oppa. aku yang bersalah, jadi maafkan aku. Aku pinta, jangan membenciku dan jadilah chingu ku.” Ucapku sambil menunduk saat itu aku tak mampu untuk menatap kedua bola matanya.



“Oppa!!” aku mendengar suara manja dari yeoja dari balik pohon, dan yeoja tersebut adalah yeoja yang bersama Donghae oppa tadi sambil melambaikan tangannya.



“Ne, aku berusaha untuk menjadi chingu yang baik untukmu Arra. Aku mohon jangan benci aku.” Ucap Donghae oppa padaku.



“Emh, baik akan ku tagih janjimu jika kau tak menepatinya!! Yeojamu sudah menunggumu.” Ucapku sambil tersenyum miris.



Ini benar-benar adegan yang munafik bagiku, bagaimana tidak?? Aku tersenyum padahal dalam hatiku masih ingin berteriak, kenapa jadi seperti ini?? Kenapa??



“Baikah, aku mohon sekali lagi, jangan benci aku ne.” Ucap Donghae oppa sekali lagi. Dan hanya ku balas dengan senyumanku, tak berselang lama Donghae oppa sudah menyusul yeoja tersebut.



Bagaimana pun aku harus menerima keadaan ini!! Aku benci keadaan seperti ini!! Aku tahu tak baik jika aku membenci Donghae oppa dan yeoja yang sekarang menggandeng tangan oppa menjauh dan semakin menjauh dari tempatku saat itu. Tapi ada perasaan yang menganjal di dalam sini. Aku memegang dadaku, tenggorokanku terasa sakit, sunguh mencekat, tak terasa air mataku sudah tumpah, aku benar-benar sesenggukan saat ini. Aku berdoa semoga tak ada yang melihatku dalam keadaan selemah ini.



“Kau terlihat jelek jika seperti ini!! Ini, hapus air mata dan ingusmu itu!!” Suara berat seorang namja sambil menyodorkan sapu tangan ke arahku. Aish, dalam keadaan seperti ini kenapa Kyuhyun melihatku.



“Kenapa kau masih ada di kampus??” Ucapku sambil mengambil sapu tangannya dan kulihat Kyuhyun mulai duduk di sampingku.



“Memang kenapa?? Kau terlihat menyedihkan Arra!!” Ucap Kyuhyun. Aish, dasar bocah ini, kata-kata itu sungguh tak menghiburku!!



“Sudah cepat pulang sana!! Jika tujuanmu hanya mengejekku, cepat pergi!!” gertakku pada Kyuhyun.



“Berjanjilah padaku, setelah ini jangan menangisi namja lain selain aku.” Ucapnya, aku tolehkan pandanganku tepat di bola mata Kyuhyun, dia ini kesambet apa?? Batinku



“Jangan bercanda Kyu!!” Ucapku.



“Sudahlah, kau tak ingin pulang?? Kalau kau mau, ayo aku antar.” Ucap Kyuhyun


“ARRA!!” Pikiran dan bayanganku tentang kemarin behampuran saat suara LieAh menggema, ku dongakkan kepalaku mencari sosok LieAh yang baru saja memanggilku.


“Wae??” Ucapku lemah.


“Arra, apa kau sudah dengar??” Tanyanya padaku, aku yakin ini berhubungan dengan Donghae, Lee Donghae.


“Emh.” Jawabku.


“Memang apa yang akan kutanyakan?? Kau tiba-tiba mengatakan “emh” begitu saja.” Protes LieAh


“Lee Donghae kan?” Tanyaku padanya, dan Bingo hanya anggukan yag kuterima darinya.

“Kau tak ingin menjitaknya?? Jika kau membutuhkan tenagaku cepat bilang padaku!!” Ucap LieAh semangat.


“Sudahlah, jangan membahas itu dulu!!” Ucapku sambil mengusap wajahku dengan kedua telapak tangaku.


“Baiklah!!!” ucapnya dan ku lihat LieAh mengambil tempat duduk dibelakangku, ku rasa 15 menit lagi sajangnim akan memulai pelajarannya. Ku pejamkan mataku, berharap setelah ini aku merasa lebih baikkan, saat ku buka mataku kembali aku melihat Kyuhyun yang berjalan menuju tempat duduk di belakang LieAh .



“Annyeong haseo!!” sapa sajangnim, dan pertanda 2 jam kedepan aku harus engikuti pelajaran ini.



1 jam berjalan, tak sengaja aku melihat Kyuhyun yang sedang memperhatikan sajangnim sambil tangan kanannya memainkan bolpoin yang dia pegang da tangan kirinya menarik-nanik rambutnya secara berulang. Aku memperhatikan sajangnim lagi dan tersenyum sekilas setelah memilihat tingkah tau kebiasaan Kyuhyun yang baru kusadari saat ini.



--------------------



Ini sudah 6 bulan setelah hubunganku dengan Donghae oppa berakhir, sampai saat ini aku belum mempunyai namjachingu lagi. Dan aku sudah bisa menerima keadaan, tapi jika aku bertemu Donghae oppa rasanya begitu canggung.



Kyuhyun sekarang sudah memiliki yeojachingu, dan dalam 6 bulan ini dia sudah berganti yeojachingu sebanyak 2 kali, tapi entah kenapa aku semakin dekat dengan Kyuhyun. Diapun juga sering menceritakan hubungannya kepadaku, dan jika ia bercerita hanya ku balas dengan, “Oh jadi begitu ya?? Emh begitu!! Kenapa begitu??” Jika di dengarkan itu memang sangat tidak ada respon dariku, tapi ia selalu menceritakannya kepadaku.



Satu lagi, soal ucapan Kyuhyun saat aku menangis mengetahui bahwa Donghae oppa memiliki yeojachingu, kalau tak salah Kyuhyun mengatakan, “Berjanjilah padaku, setelah ini jangan menangisi namja lain selain aku.” Sampai saat ini aku tak memahami apa maksut dari ucapannya itu, saat aku ingin bertanya tentang itu, Kyuhyun selalu megganti topic pembicaraan.



------------------



Saat ini tak ada jam kuliah, tetapi aku, Kyuhyun, dan LieAh ada kumpul Teater untuk melakukan persiapan pentas teater 1 minggu lagi. Aku duduk sendiri di bangku dekat perpustakaan tempat kami berkumpul, anggota yang lain berkumpul tak jauh dari tempatku duduk untuk menghafalkan naskah, sedangkan aku sudah hafal apa saja yang harus ku hafalkan.



“Yak, Arra-ah!!” teriak Kyuhyun dari kejauhan sambil berjalan menghampiriku.



“Emh.” Ucapku sambil melambaikan tanganku ke arah Kyuhyun.



“Arra-ah, kau tahu Kim Rara telah mengkhianatiku, tadi aku lihat dia berjalan sambil bergandengan tangan dengan seorang namja dan aku melihatnya! Kurang apa aku ini Cho Arra?? Sehingga dia bisa mengkhianatiku hah??” Cerocosnya saat sudah duduk di sampingku.



“Kau sudah tahu rasanyakan, bagaiman dikhianati?? Sama, aku juga sudah pernah merasakan seperti itu!!” jawabku enteng. Hello, Cho Kyuhyun aku juga sekarang ada di sampingmu!! Tapi kenapa kau selalu seperti tak melihatku?? Aku cemburu!! Batinku, entah kenapa lama-kelamaan jika ia menceritakan yeoja-yeojanya aku merasa panas!!



“Ah, ne! aku tak mengungkitnya lagi Arra-ah!!” Ucap Kyuhyun.



“Wah, benar tebakkanku kalian berdua sudah stand by disini. Jadi ini aku bawakan kalian berdua juice.” Seru LieAh sambil menyodorkan Juice padaku dan Kyuhyun.



“Gomawo!!” ucapku bebarengan dengan Kyuhyun.



“Kyuhyun-shi, bisakah kau ikut denganku??” Ucap sunbae selaku ketua teater pada Kyuhun.



“Ah, ne!!” Jawab Kyuhyun, sebelum meninggalkanku dan LiAh dan ia melihatku sekilas lalu tersenyum..DEG…DEG…DEG… ya Tuhan ini kenapa??



Kulirik LieAh sedang membaca teksnya sambil meminum juice yang dia beli, ku tolehkan pandanganku ke arah Kyuhyun, dia sedang diberi pengarahan oleh ketua semenit setelah itu Kyuhyun membaca sebuah teks, entah teks apa itu aku tak tahu. Dan lagi-lagi kebiasaanya muncul, tangan kanannya memegang kertas yang iya baca dan tangan kirinya menarik-narik rambutnya. Aku tersenyum sekilas melihat kebiasaan Kyuhyun tersebut, tiba-tiba Kyuhyun melihat tepat di kedua bola mataku dan detik itu juga aku memalingkan pandanganku ke sembarang arah. Hah benar-benar canggung dan bingung dalam situasi barusan. Aku dengar suara Kyuhyun tertawa geli. “Aish benar-benar menyebalkan!!” Umpatku



Aku memainkan PSP Kyuhyun yang sudah menjadi buronanku sejak tadi. Kulihat Kyuhyun sudah berada di sampingku dan LieAh masih berkutat dengan teksnya.



“Yak, sudah mana PSPku!! Apabila kau pegang lebih dari 1 jam, aku rasa akan rusak!!” Ucapnya.



“Aish, kau mengganggu!!” Jawabku padanya.



“Ayo-ayo semua berkumpul, mari kita lakukan briefing lalu memulai latihan!!” Ucap sunbae pada kami semua.



“Sudah sini!!” Ucap Kyuhyun sambil mengambil PSPnya dari tanganku.



“Aish!!”



“Ayo ke sana!!” Ajak LieAh pada ku dan Kyuhyun.



Sunbae melakukan pengarahan pada kami semua, terutama Kyuhyun mendapatkan pengarahan paling banyak karena disini dia pemain utama dalam pentas teater nanti, dan setelah itu semua crew, pemain, dan sunbae mengambil posisinya masing-masing.



Sedari tadi Kyuhyun membututiku terus, aku sempat risih dibuatnya.



“Sini, aku lihat diaologmu!! Kenapa kau dari tadi mengikutiku?? Kau ini pemeran utama!! Kau tak menghafalkan naskahmu, hah??” Ucapku pada Kyuhyun.



“Emh.” Gumamnya padaku sambil menyodorkan lembaran-lembaran naskahnya padaku.



“Kau tau, ini naskah yang panjang!! Apa kau sudah menghafalkannya semua??” Tanyaku pada Kyuhyun, sebelum latihan dimulai.



Aku masih membaca naskah milik Cho Kyuhyun. “Hai, Changi-a!!” seketika aku menoleh ke arah Kyuhyun dan gerakan tangan kanannya melingkar di leherku. Saat ini aku benar-benar terkejut campur bingung, kata-kata apa yang harus aku ucapkan dengan situasi seperti ini??



“Cho Kyuhyun, bukankah lawan mainmu LieAh?? Kenapa kau ucapkan kepadaku?? Aku tak tahu selanjutnya!!!” Ucapku, aku tahu ini dialog antara Kyuhyun dengan LieAh, karena aku baru saja membaca dialog semacam ini di naskah Kyuhyun. Dan kulihat tangan Kyuhyun masih melingkar di leherku dan bersandar di pundakku sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum kearahku, kulihat kesekeliling semua orang sibuk dengan aktivitasnya sendiri-sendiri. Sikap apa yang harus ku tunjukkan pada namja ini?? Senangkah??? Marahkah?? Aku benar-benar bingung.



“Ayo semua berada pada posisi masing-masing!!” Ucap Sunbae.



“Ne!!” Jawab kami serempak, seketika Kyuhyun melepaskan tangannya dari bahuku dan berjalan menjauh dariku dan sebelum itu dia tersenyum kearahku sambil berlalu pergi .



Tak terasa latihan kami sudah 45 menit, dan sunbae memberikan perintah untuk istirahat 15 menit. Dan selama latihan tadi akau melihat Donghae oppa dan yeojanya melihat latihan kami, rasa kesal menghinggapiku, tapi entah kenapa aku tak merasakan rasa cemburu yang menggebu-gebu seperti 6 bulan yang lalu.



Aku meminum juice yang di belikan LieAh sebelum kami latihan, sambil melihat hasil rekaman yang direkap menggunakan handicam oleh crew tadi. Sedangkan LieAh masih memperhatikan pengarahan dari sunbae, soal Cho Kyuhyun saat ini dia sedang berjalan ke arahku.



“Hai, Chagi-a!!” Ucapnya sekali lagi.



Aish, lagi-lagi bocah ini mengucapkan kata-kata ini. Kotolehkan pandanganku ke arah Kyuhyun sambil menyengir dan ia balas dengan kekehan kecil dan tak lupa tangannya bertengger di bahuku lagi. Kurasa saat ini ada sepasang mata yang melihatku, dan bingo saat ku toleh ada Donghae oppa melihatku. Aku hanya diam saja dalam situasi seperti ini. Ku lanjutkan kegiatanku yang sempat tertunda akibat tindakan Kyuhyun, yaitu melihat hasil latihan kami tadi.



15 waktu istirahat kami habis, dan sekarang waktunya berkumpul dan melakukan penutupan latihan untuk hari ini. Tak butuh waktu lama, 5 menit setelah itu semua orang yang berkumpul rapi sudah berhamburan kesegala arah.



“Arra, mau ku antar??” Tanya Kyuhyun padaku.



“Ani, kau tahu arah rumah kita berbeda arah Cho Kyuhyun!! Kenapa kau tak mengantar LieAh saja?? Bukankah kalian searah??” Ucapku pada Kyuhyun.



“Tadi ku lihat dia sudah boncengan dengan Eunhyuk hyung!” Jawab Kyuhyun.



“Baiklah, jika kau memaksa!” Ucapku sambil menaiki kursi penumpang motor Kyuhyun.



--------------------



Ini adalah hari ketiga setelah acara parade digelar, dan hasilnya sukses!! Penontonnyapun melebihi dari prediksi kami. Bukankah itu berhasil??



Kau tahu?? Beberapa hari ini aku masih memikirkan ucapan Kyuhyun saat latihan teater kapan hari saat dia mengatakan “Hai, Chagi-a??” aku sempat bertanya-tanya pada diriku sendiri, apa maksud Kyuhyun tersebut?? Itu pernyataan aslinya, untuk menjadikanku yeojanya?? Apa hanya untuk latihan teater saja?? Dan pertanyaan-pertanyaaaan itu masih belum bisa kupecahkan.



Selama itu juga, Kyuhyun juga jarang sekali menceritakan kisah yeoja yang dia suka padaku lagi, kurasa dia tidak dalam kondisi falling in love. Dan kalian tahu, saat ini aku kerap merasakan debaran jantung yang tidak karuan saat berdekatan dengan Kyuhyun. Apakah aku menyukainya?? Tapi aku juga merasakan bahwa Kyuhyun saat ini lebih perhatian terhadapku.



Dalam kondisi ini, satu pintaku. “Cho Kyuhyun cepat jelaskan semua tindakanmu ini terhadapku!! Karena aku tak pandai untuk memecahkan teka-teki seperti ini.”



Dan tak hanya satu atau dua orang anak yang menanyakan apakah aku menjadi yeojachingu Kyuhyun. Saat ada yang bertanya seperti itu aku mengatakan tidak, tapi dalam hati aku ingin mengatakan, aku ini belum menjadi yeojachingunya, dan kata-kata belum itu menegaskan bahwa toh nanti aku juga ingin menjadi yeojanya!!hhh



---------------------



“Arra, kau tahu hari ini Kyuhyun tak masuk kuliah. Dan tadi dia menitipkan ini kepadaku!!” Seru LieAh sambil menyerahkan sebuah surat. LieAh mengerti tentang kedekatanku dengan Kyuhyun, jadi dia tak banyak bertanya soal hubugan kami.



“Mwo?? Memang kenapa dia tak masuk?? Dan satu lagi apakah ponselnya rusak?? Atau persediaan pulsanya habis?? Kenapa harus mengirimkan surat padaku?? Ini seperti kembali pada tahun 90’an kau tahu??” Gerutuku dan hanya dibalas dengan kekehan geli dari LieAh.



“Ani, sepertinya kau mempunyai PR untuk menanyakan semua pertanyaanmu ini pada Kyuhyun saat kalian bertemu!!” Jawab LieAh padaku.



“Hah.” Dan helaan nafas yang kukeluarkan saat ini juga.



“Baiklah, gomawo atas jasa merpati pengirimannya.” Ucapku sambil tersenyum ke arah LieAh.



“Eemm, Arra aku ingin menemui dosen dulu. Jika kau mencariku tunggu saja di perpus ya.” Kata LieAh padaku sambil melambai-lambai dan berlalu pergi.



“Baiklah, hati-hati ya!!” seruku sambil membalas lambaian tangan LieAh.



Aku buka surat yang baru ku terima dari LieAh. Ini benar-benar tak habis pikir, kenapa Cho Kyuhyun mengirimkan surat kepadaku.



“Arra, sehabis kuliah temuai aku di pantai ya.”

CHO KYUHYUN



“Hah, hanya kata-kata ini yang ia tulis?? Kenapa ia tidak kreatif sih??” Gumamku mendapati hanya ini yang ditulis Kyuhyun.



Tiga jam berselang setelah aku menyelesaikan pelajaran, aku segera menyusul Kyuhyun di tempat yang sudah ia tentukan. Dan sengaja aku tak mengajak LieAh, walaupun ia sudah tanya apa isi surat Kyhyun dan memintaku untuk m engajaknya, tapi aku menolaknya, dan untung saja Eunhyuk oppa segera mentraktir LieAh makan, jadi ia tak merengek-rengek memintaku untuk mengajaknya.hohoho



Kulajukan mobilku ke arah pantai, saat aku turun dari mobil ada anak kecil cantik mengampiriku.



“Eon, apakah nama eon adalah Cho Arra??” Tanyanya ramah padaku.



“Ah, ne.” Jawabku.



“Ini eon, untukmu.” Ucapnya sambil memberikanku surat beramplop putih lalu berlari menjauh dariku sebelum aku menanyakan ini surat dari siapa.



Aku membaca surat ini. “Berjalah lurus 10 langkah!!” hanya ini isi surat yang ku baca. Aku mengerutkan keningku, tapi aku tetap mengikuti petunjuk dari surat ini. Setelah 10 langkah, ada anak laki-laki menemuiku.



“Nuna ini mawar putih untukmu!!” Ucapnya dan setelah itu ia juga berlari. Ekspresi yang kutunjukkan masih sama seperti saat yeoja kecil yang memberikanku surat tadi.



“Apa ini semua kerjaan Kyuhyun??” Gumamku, aku lihat ada kertas yang berada di tangkai mawar putih yang ku pegang. Sebelum membaca tulisan yang ada di mawar. Kuhirup mawar yang kupegang, dan aku tersenyum sekilas.



“Hadap kanan, lihatlah pantai dan berjalanlah 5 langkah.” Aku melakukan apa yang barusan aku baca. Aku takjup akan apa yang ada dihadapanku, pantai ini benar-benar indah. Aku mengingat-ingat, berapakali aku sudah berkunjung disini. Kenapa aku baru menyadari betapa indahnya pantai ini, hah??



“Tutup mulutmu Arra!! Kau bisa mengurangi keindahan di sini!!” aku terlonjak saat ku dapati suara Eunhyuk oppa mengagetkanku.



“Yak, oppa kenapa kau ada disini?? Dimana LieAh?? Tanyaku pada oppa, ini benar-benar janggal.



“Kenapa memang hah?? Tenang saja, itu dia.” Ucap Eunhyuk oppa sambil menunjuk kearah belakang. Dan kudapati LieAh melambai-lambaikan tangannya sambil tersenyum ke arahku.



“Mwo? Kenapa kalian ada disini hah??” tanyaku penasaran.



“Tenanglah, setelah ini aku akan pergi dengan LieAh. Tadi Kyuhyun merepotkanku dan karena aku dan LieAh baik hati, jadi aku mau direpotkan oleh Kyuhyun hanya untuk memberikan boneka bintang ini padamu!!” Jelas Eunhyuk oppa sambil menyodorkan boneka padaku dan aku hanya menerima dalam diamku. Aku masih mencerna setiap ucapan oppa, dan ucapan oppa terlalu berbelit-belit membuatku bingung apa yang oppa katakan.



“Sudah ya!!” Ucap Eunhyuk oppa lalu berlari menuju LieAh yang sedari tadi sudah menunggunya di pintu masuk pantai.



“Yak oppa!! kau mau kemana?? LieAh?? Kau juga mau kemana?? Oppa, Kyuhyun ada dimana??” Seruku, tapi dua orang yang kutanya sudah pergi meninggalkanku.



“Aish, apa artinya ini hah??” Gumamku. Aku kembali melihat pemandangan pantai yang ada di depanku.



“Hai, Chagia-a!!” Aku tebak ini adalah suara Kyuhyun yang tiba-tiba merangkul leherku dari belakang sambil memegang balon yang sekarang tepat di hadapanku.



“Apa arti ini semua Cho Kyuhyun??” Tanyaku padanya. Dan kurasakan dagu Kyuhyun bertengger di bahuku.



“Aku tak perlu menjelaskan ini semuakan?? Aku tahu kau yeoja yang pintar, jadi kau bisa menebaknya kenapa aku mengajakmu kesini!!” Ucapnya.



“Haruskah aku menebaknya sendiri?? Cho Kyuhyun, mulai kapan kau bisa romantise seperti ini?? Apakah kau minta bantuan Eunhyuk oppa??” Tanyaku.



“Mwo?? Kenapa kau bisa tahu bahwa aku dibantu Eunhyuk oppa??” tanyanya curiga padaku, lalu melepaskan tangannya dari bahuku.



“Heish, kau memang bukan tipe namja yang romantise Cho Kyuhyun!!” Ucapku.



“Tapi kau suka kan??” Tanyanya padaku.



Dan aku hanya diam, tak kusadari detak jantungku semakin cepat dan cepat. Ini bukan mimpikan?? Kyuhyun melakukan hal semacam ini hanya untukku kan?? Bukan untuk yeoja lainkan?? Pertanyaan itu muncul dibenakku. Dan aku harap IYA.



Dan ini bukan mimpi, dan ternyata jawabannya adalah “IYA”. Hhhhh .


0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung :)